Jayapura – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua menyelenggarakan kegiatan Syiar Halal Fair (SHAFAR) 2026 pada tanggal 20–21 Februari 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong penguatan ekonomi dan keuangan syariah serta percepatan digitalisasi transaksi di wilayah Papua.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono mengatakan, kegiatan ini juga menjadi momentum pemanfaatan sistem pembayaran digital, khususnya QRIS, dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat selama bulan Ramadan.
“Penguatan ekonomi syariah di Indonesia memiliki potensi besar, sejalan dengan posisi Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia,” ujar Warsono, Senin 23 Februari 2026.
Namun lanjutnya, berdasarkan State of Global Islamic Economy (SGIE) 2025, Indonesia masih berada pada peringkat ketiga secara global
dan peringkat keenam pada sektor keuangan syariah.
“Di sisi lain, perkembangan ekonomi digital di
wilayah Papua menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, transaksi QRIS di wilayah Papua dan wilayah pemekarannya tercatat lebih dari 41,9 juta transaksi, didukung oleh lebih dari 271 ribu merchant dan 221 ribu pengguna, “ungkaonya.
SHAFAR 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan utama, antara lain lomba akuisisi merchant QRIS untuk memperluas penggunaan QRIS di rumah ibadah dan pelaku usaha halal, talkshow bertema penguatan ekosistem halal melalui literasi dan sertifikasi, serta berbagai lomba seperti dakwah, hafidz Al-Qur’an, dan mewarnai.
Selain itu, kegiatan juga mencakup sosialisasi QRIS, pelindungan konsumen, serta Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah yang melibatkan lebih dari 1.000 peserta dari kalangan santri, pelajar, dan masyarakat umum.
“Kegiatan ini juga menampilkan 14 tenant produk halal serta rangkaian Gerakan Pangan Murah
selama bulan Ramadan untuk mendukung stabilitas harga dan meningkatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok,”tuturnya.
Warsono menambahkan, dengan nelalui penyelenggaraan SHAFAR 2026, Bank Indonesia berharap kegiatan ini dapat menjadi katalisator dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah berbasis digital di Papua.
“Sekaligus mendorong transformasi pelaku usaha menuju sistem pembayaran yang lebih cepat, mudah, murah, dan aman melalui QRIS,” tutupnya. (Tiara)










